Kericuhan Warnai Laga Pembukaan Piala Konfederasi
Laga pembuka Piala Konfederasi 2013 antara tuan rumah Brasil dan Jepang diwarnai aksi demonstrasi, yang membuat polisi sempat melepaskan tembakan gas air mata dan peluru karet ke arah para demonstran.
Dilaporkan Reuters yang mengutip televisi GloboNews, sekitar 500 demonstran memprotes adanya penggunaan dana publik yang terlalu besar untuk pembangunan stadion dan fasilitas olahraga, alih-alih untuk program pendidikan dan kesehatan
Aksi demonstrasi pada awalnya berjalan damai, sampai kemudian para demonstran berusaha menutup pintu masuk ke stadion Mane Garrincha tempat Brasil menghadapi Jepang.
Polisi bereaksi dengan melepaskan tembakan dengan peluru karet dan juga gas air mata. Siaran televisi memperlihatkan, gas air mata itu juga membuat para penonton yang hendak masuk ke stadion ikut menjadi korban.
Disebutkan, ada 33 orang yang mengalami cedera, termasuk empat anggota kepolisian, akibat kejadian tersebut. Sedangkan 22 orang telah ditangkap.
Sementara AP menyebut, para demonstran juga memprotes tingginya harga tiket pertandingan Piala Konfederasi yang membuat mereka, masyarakat lokal pada umumnya, tidak dapat berpartisipasi dalam gelaran di negeri sendiri.
Berdasarkan rilis FIFA tentang harga tiket, harga termurah untuk pertandingan pembukaan adalah 80 dolar Amerika atau sekitar Rp 800 ribu. Sementara harga tiket termurah partai-partai fase grup adalah 60 dolar (sekitar Rp 600 ribu).
Untuk partai semifinal, harganya setara dengan harga tiket laga pembukaan. Sedangkan pertandingan puncak atau final dibanderol paling murah 100 dolar (sekitar Rp 1 juta rupiah).
Dilaporkan Reuters yang mengutip televisi GloboNews, sekitar 500 demonstran memprotes adanya penggunaan dana publik yang terlalu besar untuk pembangunan stadion dan fasilitas olahraga, alih-alih untuk program pendidikan dan kesehatan
Aksi demonstrasi pada awalnya berjalan damai, sampai kemudian para demonstran berusaha menutup pintu masuk ke stadion Mane Garrincha tempat Brasil menghadapi Jepang.
Polisi bereaksi dengan melepaskan tembakan dengan peluru karet dan juga gas air mata. Siaran televisi memperlihatkan, gas air mata itu juga membuat para penonton yang hendak masuk ke stadion ikut menjadi korban.
Disebutkan, ada 33 orang yang mengalami cedera, termasuk empat anggota kepolisian, akibat kejadian tersebut. Sedangkan 22 orang telah ditangkap.
Sementara AP menyebut, para demonstran juga memprotes tingginya harga tiket pertandingan Piala Konfederasi yang membuat mereka, masyarakat lokal pada umumnya, tidak dapat berpartisipasi dalam gelaran di negeri sendiri.
Berdasarkan rilis FIFA tentang harga tiket, harga termurah untuk pertandingan pembukaan adalah 80 dolar Amerika atau sekitar Rp 800 ribu. Sementara harga tiket termurah partai-partai fase grup adalah 60 dolar (sekitar Rp 600 ribu).
Untuk partai semifinal, harganya setara dengan harga tiket laga pembukaan. Sedangkan pertandingan puncak atau final dibanderol paling murah 100 dolar (sekitar Rp 1 juta rupiah).


0 komentar:
Posting Komentar