Hanya Karena Menangis, Pemain Slavia Dipecat
Pemandangan pemain menangis karena timnya gagal juara lumrah dilihat setelah laga penting. Pihak klub juga tak akan memperkarakan hal semacam itu.
Tapi tidak demikian di Bulgaria. Klub Slavia Sofia sampai harus mendepak pemain mereka setelah menangis di ruang ganti pemain karena timnya hanya bisa bermain imbang melawan rival sekota.
Yang membuat pemain tersebut menangis adalah kegagalan meraih angka penuh, yang berujung pada kegagalan menjadi juara di Bulgaria.
Adaah klub Levski Sofia yang bisa memaksakan hasil imbang 1-1 atas Slavia Sofia, yang membuat salah satu pemain Slavia menangis.
"Salah satu pemain kami menangis di ruang ganti setelah Levski gagal memenangi gelar juara," kata Vantseslav Stefanov, presiden klub Slavia Sofia, Kamis (30/5).
"Tak diragukan lagi, ia tak akan lagi menjadi pemain Slavia lagi," tandasnya.
Dimo Atanasov adalah pemain yang diduga kuat akan didepan klub tersebut. Pemain 27 tahun itu termasuk salah satu pemain yang loyal dan merupakan produk akademi lokal Pavlikeni dan kabarnya menjadi salah satu pemain Levski.
Tapi tidak demikian di Bulgaria. Klub Slavia Sofia sampai harus mendepak pemain mereka setelah menangis di ruang ganti pemain karena timnya hanya bisa bermain imbang melawan rival sekota.
Yang membuat pemain tersebut menangis adalah kegagalan meraih angka penuh, yang berujung pada kegagalan menjadi juara di Bulgaria.
Adaah klub Levski Sofia yang bisa memaksakan hasil imbang 1-1 atas Slavia Sofia, yang membuat salah satu pemain Slavia menangis.
"Salah satu pemain kami menangis di ruang ganti setelah Levski gagal memenangi gelar juara," kata Vantseslav Stefanov, presiden klub Slavia Sofia, Kamis (30/5).
"Tak diragukan lagi, ia tak akan lagi menjadi pemain Slavia lagi," tandasnya.
Dimo Atanasov adalah pemain yang diduga kuat akan didepan klub tersebut. Pemain 27 tahun itu termasuk salah satu pemain yang loyal dan merupakan produk akademi lokal Pavlikeni dan kabarnya menjadi salah satu pemain Levski.


0 komentar:
Posting Komentar